Critical Thinking

Dian Generatif Transformasional) merupakan penelitian yang di buat

Dian Wijayanti

PBSI 2017 B STKIP-STIT PGRI
PASURUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

Penelitian
yang berjudul Proses Penyerapan Bahasa Belanda ke dalam Bahasa Jawa (sebuah
kajian Fonologi Generatif Transformasional) merupakan penelitian yang di buat
dalam bentuk makalah tesis. Penelitian tersebut di susun oleh Yanuarria Kukuh
Perwira untuk mendapatkan gelar Megister Linguistik di Universitas Diponegoro
Semarang pada tahun 2016. 

Latar belakang
penelitian dilakukan atas ketertarikan peneliti terhadap kebhinekaan budaya
Indoneisa, termasuk di dalamnya adalah ragam bahasa. Eksistensi bahasa lokal
kian tergerus arus perkembangan global yang mengancam beberapa bahasa
kehilangan eksistensinya di  waktu
mendatang. Di samping kehilangan eksistensi, bahasa lain yang masih kuat di
kalangan masyarakat adalah bahasa Jawa. Meskipun dalam penggunannya telah
mengalami beberapa peningkatan. Pemerolehan fonem-fonem dalam bahasa Jawa tidak
lepas dari peran Bangsa Belanda yang melancarkan penjajahan di pulau Jawa yang
berlangsung selama 350 tahun. Selama penjajahan berlangsung, terjalin
komunikasi antar dua budaya sehingga terjadi asimilasi.

Salah satu
bentuk asimilasi budaya tersebut adalah bahasa. Bahasa Belanda merupakan bahasa
yang paling banyak berpengaruh dan banyak di serap berdasarkan fonetis bahasa
Jawa. Kedua bahasa tersebut memliki perbedaan sistem kebahasaan yang
mengakibatkan  perubahan penyerapan
Bahasa Belanda ke dalam Bahasa Jawa. Untuk itu penulis melakukan penelitian dengan
tujuan untuk mengetahui perubahan fonologis serta faktor yang menyebabkan
perubahan fonologis pada proses penyerapan Bahasa Belanda ke dalam Bahasa Jawa.

            Kajian
linguistik yang menjadi dasar penilitian ini adalah Fonologi Generatif
Transformasional atau Transformational Generative Phonology (TGP) yang lebih
membahas tentang aspek fonogis (Chomsky, 1957, 1965). TGP juga melihat bahwa
beberapa fonem terbentuk dari beberapa ciri (Schane, 1973). Ciri yang di maksud
adalah ciri distingtif yang berfungsi untuk membedakan bunyi (Roman Jakobson). Adapun
distingtif yang menjadi acuan dalam penelitian ini terdiri dari enam ciri
utama, diantaranya ciri kelas utama, cara artikulasi, daerah artikulasi, batang
lidah, tambahan, dan prosodi sesuai yang di kemukakan oleh Schane (1973:
26-37).

            Penggunaan
biner (binary system) pada penggunaan
tanda (+) dan tanda (-) digunakan pada satu nama dua ciri berlawanan, yang
berfungsi untuk memperlihatkan ada tidaknya ciri distingtif pada sebuah fonem.
Ciri kelas utama digunakan ciri silabis sil untuk menggambarakan peranan
masing-masing bunyi dalam sebuah fonem. Sementara pembagian bunyi berdasarkan
tingkat kenyarinagannya digunakan ciri son. Hal lain yang juga ikut
berpengaruh dalam proses penyerapan adalah penyempitan dalam rongga mulut yang
menggunakan ciri kons. Sedangkan dalam pelafalan, ciri artikulasi menggunakan
malar mal. Dan yang terakhir adalah bunyi sonoran yang dihasilkan dari bunyi
nasal dan bunyi lateral.

            Pengumpulan
data di lakukan dengan mengumpulkan kosakata bahasa serapan Bahasa Belanda ke
dalam Bahasa Jawa pada buku Nederlandse
Worden Wereldwij (Sijs, 2010). Adapun metode yang di gunakan adalah metode
catat yang di lakukan dengan cara mencatat penemuan kosakata kemudian di lakukan
pemeriksaan oleh peneliti bedasarkan kamus Jawa-Belanda (Jaavans-Naderlands Woordenboek) (Albada dan Pigeaud, 2007) untuk
memperoleh data yang valid. Setelah data dirasa sudah valid, di lakukan
analisis data dengan cara menyimak dan mencatat kosakata yang telah terkumpul.
Selanjutnya memilah berdasarkan huruf vokal dan konsonan. Sebeleum ketahap
penyampaian analisis data, terdapat tahap-tahap yang di lakukan peneliti,
diantaranya memilah kata berdasarkan ditingtif dan yang terakhir adalah memilah
perubahan yang bisa di jadikan kaidah.

            Hasil
analisis yang diuraikan berdasarkan perubahan pada huruf vokal dan huruf
konsonan, menjelaskan ada beberapa kriteria perubahan fonetis pada proses
penyerapan Bahasa Belanda ke dalam Bahasa Jawa. Pada perubahan vokal di temukan
adanya  perubahan vokal menjadi vokal
lain pada beberapa kata, diantaranya bunyi vokal (-ting; -ren) menjadi (-ting;
-ren) dimana terdapat perubahan bunyi vokal di awal sukukata atau akhir sukukata.
Seperti di temui pada kata vloer flo;:r
dalam Bahasa Belanda, setelah di serap ke dalam Bahasa Jawa menjadi pelur p?lur yang artinya plester. Selanjutnya perubahan bunyi
vokal +teg menjadi -teg muncul pada sukukata tertutup baik sukukata pertama
maupun terakhir. Seperti di temui pada kata bisschop
biskop dalam Bahasa Belanda,
menjadi bioskop bIoskop dalam bahasa jawa yang artinya ukup.

Perubahan
fonologis selanjutnya di temukan pada pelepasan vokal -ting;-ren yang muncul
pada suku kata kedua pada kata bersuku tiga. Hasil analisis hanya menemukan
tiga kata yang mengalamai pelepasan huruf vokal, salah satunya adalah kata colonel kolon?l dalam
Bahasa Jawa di sebut kulnel koln?l
yang artinya kolonel.
Terdapat juga penyisipan vokal (-ting;bel-teg) pada klaster konsonan yang
ditemukan seperti pada kata spoor spo:r di serap dalam Bahasa Jawa
menjadi sepur s?por yang artinya kereta api.
Yang terakhir terdapat perubahan bunyi diftong menjadi bunyi vokal tunggal yang
di bedakam menjadi perubahan diftong menjadi bunyi vokal tunggal -ren; nas yang
terdapat pada suku terakhir. Yang kedua perubahan diftong menjadi bunyi vokal
tunggal -ren; ­+bel; -teg jika diftong muncul pada sukukata
pertama.

Pada perubahan
konsonan, peneliti memaparkan dua perubahan yang meliputi perubahan bunyi
konsonan menjadi bunyi konsonan lain yang terdiri atas tiga macam proses.
Diantaranya perubuhan konsonan +mal menjadi konsonan -mal. Seperti yang

ditemukan pada kata Knecht kn??t
menjadi Kenek k?n??.
Yang kedua ditemukan pada pelepasan bunyi konsonan
+kons; -sil yang muncul pada posisi akhir sukukata dengan coda berupa klaster konsonan. Seperti
pada kata brandweer br?ndw?;r
dalam Bahasa Belanda kemuadian di serap ke dalam Bahasa Jawa menjadi branwir br?nw?r yang
artinya pemadam kebakaran.

            Berdasarkan
hasil penelitian yang sudah dilakukan, faktor utama yang mempengaruhi perubahan
fonologis adalah ketidaksamaan fonetis Bahasa Belanda dan Bahasa Jawa. Sehingga
dalam proses penyerapan terdapat beberapa fonem yang mengalami beberapa
perubahan. Kaidah-kaidah fonologis yang ditemukan dalam penelitian terdiri
dari: 1. Perubahan vokal menjadi vokal lain; 2. Pelepasan vokal; 3. Penyisipan
vokal pada klaster konsonan; 4. Perubahan bunyi diftong menjadi bunyi vokal
tunggal; 5. Perubahan bunyi konsonan menjadi bunyi konsonan lain. 6. Pelepasan
bunyi konsonan.

            Dengan
dilakukannya penelitian mengenai proses peruahan fonologis yang terjadi pada
proses penyerapan Bahasa Belanda ke dalam Bahasa Jawa, di harapkan bisa menjadi
rujukan bagi peneliti lain yang akan mengembangkan penelitian atau yang akan
membuat penelitian baru.

 

x

Hi!
I'm Simon!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out